Penyerahan Secara Simbolis Pinjaman Modal Kepada Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan di Surabaya

0
363
views
Dok. Humas/LPMUKP

Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) mengadakan acara sosialisasi pinjaman mikro nelayan sekaligus penyerahan pinjaman modal secara simbolis kepada para Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan yang telah mendapatkan akses kredit dari LPMUKP, Senin (16/7) di Sentra Bulak, Surabaya, Jawa Timur.

Para Pelaku usaha yang telah mendapatkan akses kredit dari LPMUKP diantaranya Lembaga Keuangan Syariah di Gresik dan juga penandatanganan perjanjian kerjasama dengan salah satu kelompok usaha kelautan dan perikanan yaitu KUKP Nampak yang bekerjasama dengan LPMUKP dengan mengelolah 1 milyar rupiah untuk pemanfaat 205 orang dan juga kerjasama dengan kelompok pembudidaya ikan pokdakan Akar Delta Sari Agung dengan jumlah pemanfaat 24 orang pembudidaya dengan total peminjaman kredit sebesar 400 juta rupiah.

Acara ini dihadiri oleh Direktur LPMUKP, Syarif Syahrial dan juga oleh Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki, Staf Ahli Presiden Riza Damanik, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Joestamadji serta Ketua Umum Kesatuan Nelayan Indonesia, Sugeng Nugroho.

Sebelum acara dimulai, tim LPMUKP, melaksanakan sosialiasi mengenai LPMUKP dan juga tanya jawab seputar peminjaman dan akses permodalan untuk para pelaku usaha kelautan dan perikanan. Kegiatan acara Sosialiasi Pinjaman Mikro Nelayan tidak hanya menyosialisasikan mengenai permodalan mikro nelayan.

Sambutan direktur LPMUKP, Syarif Syahrial melaporkan bahwa LPMUKP sudah menindaklanjuti arahan Presiden waktu di Indramayu, dengan system konvesional tingkat bunga 3% pertahun dan juga sistem Syariah, bagi hasil, dikarenakan bila sedang musim keras, maka cicilan akan terhambat untuk tiap perbulannya. Direktur LPMUKP juga mengajak para nelayan permodalan hasil perikanan, wisata bahari untuk menghubungi pendamping dari LPMUKP untuk dibantu penyusunan proposal. Dalam laporannya, Syarif Syahrial juga mengatakan bahwa peminjaman terhadap nelayan tidak pernah ada yang telat dalam membayarnya, hal itu dikarenakan sistem di LPMUKP meminjamkan dana bergulir atas kelompok sehingga menjadi bagian dari gotong royong.

Teten Masduki, dalam sambutannya mengingatkan kembali untuk pergantian nama LPMUKP menjadi bank miko nelayan seperti yang sudah disampaikan Presiden di Indramayu supaya mudah diingat. Beliau juga menyampaikan amanat Presiden untuk memastikan Bank Mikro Nelayan ini segera bekerja dengan baik dan dilihat dari kegiatan ini bahwa LPMUKP sudah berjalan dengan baik. Dengan adanya BLU LPMUKP Diharapkan dapat mendorong perekonomian nelayan, bila dikelola dan didampingi dengan baik makan nelayan nantinya akan terus berkembang. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama dengan KNTI dan juga pemerintah. Presiden terus memantau pelaksanaan dari kegiatan LPMUKP dalam membantu nelayan.

Acara ditutup dengan penyerahan plakat dari LPMUKP dan juga kenang-kenangan berupa kapal kayu dari KNTI. Diharapkan dengan Teten Masduki dapat membawa berita baik bagi Presiden mengenai nelayan yang berada di Jawa Timur. (Humas/LPMUKP)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here