Penyerahan Simbolis Pinjaman Dana Bergulir LPMUKP di Pasuruan

0
1535
views

PASURUAN (7/7) – Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Penyaluran Pinjaman Dana Bergulir pada Sabtu, 7 Juli 2018, di Gedung Serba Guna Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan. Acara ini pun dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, Bupati Kabupaten Pasuruan Irsyad Yusuf, Direktur BLU LPMUKP Syarif Syahrial, Kepala Biro Perencanaan Kelautan dan Perikanan Ishartini dan ratusan peserta yang terdiri dari Nelayan, Poklahsar, Pokdakan dan Pugar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet Nur Handoyo yang mewakili Bupati kabupaten Pasuruan Irsyad Yusuf yang berhalangan hadir memberi sambutan pertama dalam acara tersebut. Dalam sambutannya Slamet mengutarakan potensi Sumber Daya Alam yang ada di Kabupaten Pasuruan, baik di Kelautan maupun di Daratan memiliki potensi yang cukup bagus. “Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pasuruan sangat luar biasa, total jumlah kecamatan di Kabupaten Pasuruan ada 24 Kecamatan, dimana 19 Kecamatan berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha Perikanan,” ujarnya.

Slamet menambahkan, pada tahun 2017 total produksi tambak mencapai 12.954,53 ton. Komoditas dominan yakni produksi tambak Udang Vaname dan Bandeng serta Rumput Laut dari jenis gracilaria. Para pembudidaya di Kabupaten Pasuruan saat ini tengah mengembangkan teknologi tambak Udang Vaname dengan sistem Busmetik. “Saat ini lagi dikembangkan sistem Busmetik untuk budidaya Udang Vaname, sampai saat ini sudah mencapai luas 17,5 hektar untuk tambak Udang Vaname dan terbukti berhasil, dengan gambaran luas tambak 1500 persegi sudah menghasilkan 3,5 ton Udang Vaname,” tambahnya.

Selain produksi tambak Udang Vaname dan Bandeng, pembudidaya di Kabupaten Pasuruan juga memanfaatkan sebagian tambak untuk produksi Garam dengan luas 277 hektar yang cukup berhasil. Pada tahun 2017, produksi tambak Garam mencapai 14.892,2 ton. “Tambak garam juga potensial, terbukti dengan 14.892,2 ton garam yang dihasilkan,” jelasnya.

Dalam sambutan terakhirnya, Slamet mengatakan kepada seluruh pelaku usaha yang hadir agar memilih Lembaga atau Bank yang memiliki bunga yang paling rendah dalam peminjaman modal usaha. Saat ini BLU LPMUKP memiliki bunga yang paling rendah dalam peminjaman modal usaha dengan maksimal bunga mencapai 4 persen pertahun. “Pilih lembaga atau Bank yang bunganya kecil untuk pinjam modal usaha, dalam hal ini ada LPMUKP yang bunganya kecil,” jelasnya.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, sebelum memberikan arahan yang lebih jauh, Nirlanto sedikit memberikan sambutan hangat kepada ratusan pelaku usaha yang hadir, dalam sambutannya Nilanto mengatakan bahwa sebagian pelaku usaha atau kelompok yang hadir pada acara tersebut yang sudah menerima pinjaman modal usaha dari LPMUKP dengan suku bunga 4 persen pertahun dan juga Nilanto mengatakan bahwa Kabupaten Pasuruan sangat luar biasa hebat.

“Bapak-bapak dan Ibu sekalian, betul dari bapak-bapak dan ibu sekalian sudah menerima pinjaman dari LPMUKP? Betul, jawab para pelaku usaha atau kelompok. Kabupaten Pasuruan juga sangat luar biasa hebat, ibu bapak sekalian memiliki gunung, punya tempat wisata yang terkenal di Indonesia, punya sawah, hutan dan danau ranu grati, ini merupakan berkah yang luar biasa dari tuhan,” katanya.

Nilanto menghimbau kepada seluruh pelaku usaha atau kelompok yang ada di Kabupaten Pasuruan yang telah memiliki akses pinjaman modal usaha dari LPMUKP agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Nilanto juga berpesan agar pelaku usaha atau kelompok yang sudah menerima 4 persen dari LPMUKP tidak boleh iri hati, pasalnya LPMUKP akan menurunkan suku bunga dari 4 persen pertahun hingga 3 persen pertahun, hal ini sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “Ibu bapak sekalian jangan meri ya, ada yang tau meri gak?,” katanya.

Nilanto menambahkan bahwa Kabupaten Pasuruan merupakan contoh yang konkret di bidang usaha Kelautan Perikanan. “Saya akan sampaikan kepada Ibu menteri, kepada kawan-kawan dan seluruh jajaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan di pusat, saya akan ajak kawan-kawan semua untuk melihat Kabupaten Pasuruan, sebuah contoh yang konkret, mulai contoh dilaut ada penangkapan ikan, hasil budidaya ikan di olah dan diperjual belikan kembali, “tambahnya.

Selanjutnya penyerahan simbolis pinjaman dana bergulir kepada pelaku usaha dengan total 1 milyar rupiah. Pelaku usaha yang telah mendapatkan pinjaman dana bergulir yakni Kelompok Usaha Garam Kenanga sebesar Rp. 100 Juta dengan jumlah pemafaat 3 orang, Kelompok Ikan Mina Jaya Abadi sebesar Rp. 100 Juta dengan jumlah pemanfaat 4 orang dan CV Jaladri Food sebesar Rp. 500 Juta dengan jumlah pemanfaat 1 orang. Kemudian, ada dua Pelaku Usaha di Kabupaten Pasuruan yang sudah mendapatkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pinjaman atau Pembiayaan (SP3) yakni Poklahsar Sinar Mina Berkah 2 sebanyak Rp. 150 Juta dan Kelompok Budidaya Ikan Mina Harapan sebesar Rp. 150 Juta. (Humas/LPMUKP)

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here