Misi Imanuel: Semua Anak Alor Bisa Kuliah

0
35
views

Alor – Kepulauan Alor terdiri dari sembilan pulau berpenghuni dan enam yang tidak berpenghuni. Gugusan paling timur dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sudah pasti memiliki medan yang menantang.

Tapi, Imanuel Lamma Wabang jeli melihat banyak peluang di balik tantangan geografis tanah kelahirannya itu. Sebutlah, ada potensi rumput laut yang luar biasa besar, lalu perikanan tangkap sudah pasti, dan tentunya tak ketinggalan berbagai destinasi wisata bahari di tanah yang banyak disebut orang sebagai potongan surga titipan Sang Maha Kuasa itu.

Imanuel sudah cukup lama menekuni dunia perikanan. Bahkan, ia tercatat sebagai penyuluh perikanan pertama dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor yang ditempatkan di Alor pada tahun 2008. Sarjana dari Manajemen Sumber Daya Perairan UKAW Kupang ini melakoni profesi penyuluh hingga 2015. Bukan berarti ia tidak betah, melainkan karena menerima beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan S2 di IPB dengan Program Studi Pengelola Sumber Daya Pesisir dan Kelautan.

Usai meraih gelar master di Pulau Jawa, pada tahun 2018, Imanuel mantap kembali ke kampung halaman. Kali ini, ia mengemban misi sebagai pendamping dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). “Karena masih terpanggil dengan pekerjaan ini ya kita senang hati,” ucap Imanuel, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (3/11/2021).

Banyak suka duka pria yang kini tinggal di Kalabahi ini dalam mengawal warga yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan di sana. Debitur yang didampingnya ada dua kelompok dan 14 perorangan. “Ada titik di mana orang memilih pekerjaan yang nyaman dan punya asas manfaat,” tuturnya.

Niat hatinya kini tak lain adalah untuk menolong warga. Ia akan merasa puas ketika yang ia dampingi semakin maju usahanya dan anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

Melalui kesehariannya sebagai pendamping, kebutuhan akan dana bergulir benar-benar dinanti warga. Acap kali ada pencairan dana bergulir, ia selalu mendoakan kelancaran dan kesuksesan mereka. “Saya doakan lagi malamnya, sehingga terikat secara emosional,” kisahnya.

Ia berharap, ke depan akan terus ada penambahan pemanfaat dana bergulir dari pemerintah, khusus badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program yang sejatinya memudahkan masyarakat, karena prosesnya yang cepat sejak pengajuan hingga pencairan dana.

Di samping itu, Imanuel juga berharap pelatihan-pelatihan bagi para pendamping di seluruh Indonesia dapat terus dioptimalkan, sehingga benar-benar meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan kepada para debitur dan masyarakat luas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here