Mencicipi Gurihnya Usaha Kerupuk Ikan Gabus

0
64
views

Kotawaringin Barat – Jika biasanya kerupuk ikan terbuat dari ikan tenggiri, di Kotawaringin Barat kudapan ini dibuat dari ikan gabus yang kaya gizi. Setidaknya sebanyak 2-3 ton kerupuk gabus bisa diproduksi oleh masyarakat dalam sebulan.

Hal tersebut didukung dengan dikembangkan ikan gabus di sana melalui ditetapkannya daerah tersebut sebagai kampung budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Di balik bentuk tubuhnya yang kurang menarik, gabus memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Dengan tekstur daging yang tebal dan gurih, olahan kerupuk dengan bahan dasar ikan ini memiliki keunggulan tersendiri.

“Keunggulan olahan kerupuk ikan dari Rungun itu meskipun proses dan kemasannya masih sederhana, tapi soal rasa bisa diadu. Hal ini karena ikan gabus yang digunakan jumlahnya lebih dominan, jadi rasanya lebih gurih,” jelas Riyanto Penyuluh Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Secara umum bahan pembuatan kerupuk ikan gabus sangat sederhana. Terdiri dari daging ikan yang dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung dan bumbu hingga menjadi adonan. Adonan selanjutnya dibentuk lonjong memanjang untuk kemudian dikukus. Setelah adonan matang, kemudian diiris dan dijemur hingga kering lalu kerupuk siap dijual.

Lebih lanjut, mengenai persentase ikan dalam adonan jumlahnya 40-50% dari seluruh bahan yang digunakan. Dari satu kilogram daging ikan yang digunakan, akan menghasilkan sebanyak 1,8-2kg kerupuk kering. Kerupuk dijual dengan harga rata-rata Rp80.000/kg.

Pengembangan ikan gabus mendorong peningkatan partisipasi masyakarat lokal terutama di hilir usaha, yaitu pengolahan. Proses pembuatannya yang mudah serta pasar yang tersedia membuat usaha ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Setidaknya sebanyak 40 orang pengolah yang mayoritasnya perempuan kini menjalankan usaha tersebut.

“Di sana ada pengepul yang membeli ke rumah-rumah lalu dibawa ke berbagai daerah seperti ke Pangkalanbun dan Palangkaraya untuk dijual. Mereka sudah punya pelanggan sendiri seperti toko oleh-oleh,” tambah Riyanto.

Ke depan, usaha pengolahan perikanan dapat menjadi andalan perekonomian masyarakat. Terlebih dengan adanya fasilitas modal usaha yang dikucurkan KKP melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). Diharapkan usaha pengolahan terus tumbuh berdaya saing dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here