Kembangkan Budidaya Semi Intensif, Bandeng Mojo Tembus Pasar Ekspor

0
522
views

Menjadi komoditas yang banyak diminati oleh masyarakat, usaha budidaya bandeng tentu tak pernah kehabisan peluang. Seperti di Desa Mojo Kabupaten Pemalang, puluhan ton bandeng mampu diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor.

Melalui kerjasama dengan pihak lain, bandeng dikirimkan ke berbagai daerah. Tak tanggung-tanggung negara yang menjadi destinasi utama pemasaran bandeng Mojo diantaranya Arab Saudi, Malaysia, Singapura dan berbagai negara lainnya di wilayah Asia dan Afrika.

Perkembangan usaha bandeng Mojo sendiri mulai dirasakan pembudidaya saat mengubah sistem budidaya. Sebelumnya budidaya hanya dilakukan dengan sistem tradisional, namun lambat laun dikarenakan tingginya permintaan yang menuntut kualitas dan kuantitas, maka cara budidaya pun beralih menjadi semi intensif.

Diakui salah satu pembudidaya, membudidayakan bandeng dengan sistem semi intensif jelas sangat menguntungkan. Pasalnya, bandeng dapat dipanen dengan kualitas yang baik dengan kuantitas yang lebih banyak.

“Dulu panen bandeng hanya 3-5 kuintal per hektar. Kini dari satu hektar bisa panen 10-12 ton,” jelas Winaryo.

Mengenai perbedaan perlakuan budidaya, bandeng yang dibesarkan secara tradisional dan semi intensif terletak pada perbedaan pakan yang diberikan. Jika budidaya tradisional memanfaatkan pakan alami berupa tanaman yang tumbuh alami di tambak, budidaya semi intensif menggunakan pakan tambahan berupa pakan pabrik atau buatan.

Selain itu, manfaat lain dengan menggunakan sistem budidaya semi intensif adalah waktu panen yang singkat. Lebih lanjut menurut Winaryo, selama kriteria budidaya terpenuhi maka dalam satu tahun bisa dilakukan hingga tiga kali siklus budidaya.

“Kunci berhasilnya budidaya yang harus terpenuhi yaitu, kontruksi pematang, pengeringan, pengobatan air, bibit yang unggul, pemberian pakan serta manajemen waktu yang baik,” terangnya.

Dalam memenuhi berbagai kebutuhan budidaya, Winaryo juga turut memanfaatkan dukungan modal yang difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). Ke depan Ia berharap budidaya yang dilakukannya dapat menyentuh banyak masyarakat serta memberikan dampak positif bagi perekonomian.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here