Ubah Kehidupan Nelayan Melalui Bisnis Pemasaran Ikan

0
378
views

Di era banyak usaha fokus pada inovasi modern, ada kisah menakjubkan dari perempuan bernama Nurhafizah yang telah mengubah kehidupan para nelayan. Berawal pada 2009 lalu, Nur mulai menjual ikan segar yang diperoleh dari para nelayan setempat. Namun, apa yang dimulai sebagai bisnis kecil di kampung sekitar, kini telah berkembang menjadi sebuah usaha yang menginspirasi banyak orang.

Gagasan untuk membeli hasil tangkapan ikan nelayan lokal datang dari pengamatan sederhananya di tepi sungai. Sebagai perempuan yang akrab dengan kehidupan nelayan, rasa empati dan jiwa wirausaha untuk mengembangkan perikanan pun terus tumbuh.

“Saya lihat nelayan menangkap ikan di sungai, namun hasil tangkapannya hanya dijual di kampung-kampung sekitar. Lalu coba membeli ikan-ikan ini dan membawanya ke pasar, ternyata hasilnya menguntungkan,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon Rabu (30/8/23).

Jenis ikan segar yang ia ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari ikan baung, tapah, patin, lele sungai, toman, udang galah, hingga ikan sungai lainnya. Harga jualnya pun bervariasi sesuai jenisnya, mencakup rentang dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah per kilogram. Dalam sepekan, Nur mampu menjual sekitar 1-5 kwintal ikan segar di pasar Belantik Siak.

Namun, inovasi Nurhafizah tidak berhenti di situ. ia juga telah berhasil mengembangkan produk olahan ikan, seperti ikan asin dan ikan asap. Produk ikan asap khususnya mendapat tempat istimewa di hati konsumen, dengan harga jual yang lebih tinggi, berkisar antara 300-500 ribu rupiah per kilogram.

“Yang mengolah itu nelayan sendiri. Supaya nilainya mahal dan lebih awet mereka pun olah dulu jadi ikan asap misalnya,” tambahnya.

Berbagai jenis ikan seperti ikan gabus, lele, lais dan patin diolah menjadi produk ikan asap dan ikan asin berkualitas tinggi. Nurhafizah berhasil menjual 20-25 kg produk ini setiap minggunya, dengan keunggulan produk yang dapat bertahan hingga berbulan-bulan.

Setiap hari, pendapatan dari penjualan ikan bervariasi. Pada hari biasa, pendapatan bisa mencapai 1-2 juta rupiah, namun saat akhir pekan, terutama saat masyarakat banyak yang berlibur dan berbelanja, pendapatan bisa melonjak tajam hingga 9 juta rupiah.

Keberhasilan Nurhafizah tak hanya terletak pada bisnisnya yang berjalan sukses, tetapi juga pada dorongan inisiatifnya untuk mendukung para nelayan setempat. Dengan modal dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), ia berhasil memperluas jangkauannya hingga ke daerah Pelalawan, di mana ia juga membeli ikan dari nelayan setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here