Perjalanan Norman, Nelayan yang Bertransformasi Menjadi Pengusaha Sukses di Bidang Perikanan

0
359
views

Memulai perjalanan penuh dedikasinya di bidang perikanan, Norman (54) asal Ketapang telah mengubah hidupnya dari seorang nelayan tradisional menjadi pembudidaya ikan yang sukses. Delapan tahun lalu, didorong oleh keinginan untuk mengeksplorasi ragam usaha baru dalam industri perikanan, Norman merambah budidaya ikan nila.

Permulaannya dalam membudidaya ikan nila cukup menantang. Mulai dari kurangnya pengetahuan budidaya serta terbatasnya modal yang dimiliki. Menghadapi kendala keterbatasan modal, Norman pun mengakses dana tambahan berpendampingan melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) agar ia bisa mengembangkan usahanya.

Dengan modal yang diperoleh, selain dapat mengembangkan budidaya nila kini ia pun mampu menambah jumlah kolam, sekaligus mendiversifikasi usahanya ke budidaya ikan lele.

“Dulu hanya punya 18 kolam. Dengan dukungan modal, kini jumlah kolam pun bertambah,” jelas Norman menyoroti dampak positif dari akses permodalan.

Pilihan Norman untuk membudidayakan ikan nila dan lele didorong oleh minimnya lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan. Selain itu mudahnya pemeliharaan kedua spesies tersebut juga menjadi alasannya hingga saat ini.

Saat ini, Norman mengelola sekitar 30 kolam ikan lele yang masing-masing berukuran 2,5 x 4,5 meter, serta kolam melingkar berdiameter 4 meter. Selain itu, ia juga mengelola 20 Keramba Jaring Apung (KJA) yang masing-masing berukuran 3×4 meter.

Dari sisi penjualan, dalam sebulan rata-rata ia mampu menjual satu ton ikan nila dengan harga jual Rp40.000 per kilogram. Sedangkan untuk ikan lele sedikitnya 1 ton per bulan dan dihargai Rp27.000 per kilogram.

Produk ikan hasil budidaya dari Norman selanjutnya tidak hanya terbatas pada penjualan lokal di Ketapang, melainkan telah berhasil merambah pasar hingga ke daerah Hulu. Dalam upaya memenuhi permintaan, ikan hasil produksinya tidak hanya dipasok sesuai pesanan tetapi juga dapat ditemukan di pasar, dijual secara eceran kepada pelanggan setia.

Dengan semangat dan dedikasinya, Norman berharap bahwa perjalanannya dapat menjadi jejak positif yang menginspirasi. Karena menurutnya menjalankan usaha bukan hanya sebagai peluang untuk mencapai tujuan pribadi. Tetapi sebagai sarana untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat yang lebih luas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here