Menjanjikan, KKP Genjot Produksi Kakap Putih di Meranti

0
53
views

Meranti – Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan satu-satunya kabupaten kepulauan yang ada di Provinsi Riau. Kabupaten ini memiliki potensi besar ikan kakap putih (Lates niloticus) sehingga tak heran jika Meranti ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya.

Perkembangan pesat budidaya kakap putih di Meranti tak lepas dari kondisi perairannya yang mendukung. Menurut Tb Haeru Rahayu Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP, Meranti memiliki salinitas atau kadar garam yang terlarut dalam air berada di angka 24 sampai 25 ppt sehingga cocok menjadi habitat kakap putih.

Selain itu, pembudidaya juga didukung dengan ketersediaan pakan alami yang mudah didapatkan, yaitu ikan rucah. Ikan ini diambil menggunakan jaring gumbang yang ditebar lalu diambil setiap 6jam sekali untuk kemudian langsung diberikan ke ikan kakap putih. Kakap putih yang diberi pakan ikan rucahpun memiliki keunggulan di mana kulitnya menjadi lebih mengkilap dan tekstur dagingnya lebih lembut.

“Dari 438,3 hektare potensi yang ada, baru sekitar 5% yang dimanfaatkan. Dulu sebelum 2017 itu hanya ada 2 kelompok yang aktif, alhamdulillah sampai hari ini ada 32 kelompok yang aktif,” ujar Eni Caturini (42) Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Meskipun pertumbuhan kelompok pembudidaya kakap putih semakin meningkat, mereka tak perlu khawatir tentang ketersediaan benih berkualitas karena bisa membeli langsung ke Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. Harga benih Rp7.000 untuk ukuran 7cm belum termasuk ongkos untuk mengirim atau mengambil sendiri benih yang disediakan. Oleh karena itu, BPBL Batam menginisiasi program Sekawan Logik, yaitu Sentra Kawasan Budidaya dengan Sistem Logistik Benih yang Mandiri untuk memudahkan pembudidaya mendapatkan benih dan mengurangi ongkos kirim.

Melalui program ini, pembudidaya dapat membeli benih dengan ukuran yang lebih kecil untuk kemudian dibesarkan sendiri di kolam pendederan. Harga belinya tentu menjadi lebih murah. Dalam hal ini, terdapat 3 dari total 32 kelompok pembudidaya di Meranti yang melakukan usaha pendederan, yaitu Koperasi Samudera Jaya Bersama, Koperasi Lumba-Lumba Air, dan Pokdakan Sekayuh. Mereka membeli benih ukuran 0,8-2cm dari BPBL Batam untuk kemudian dibesarkan sampai ukuran 7cm dan dijual dengan harga Rp5.600 saja per benih.

Kualitas kakap putih Meranti yang unggul, menarik minat para pengepul untuk membeli dengan harga tinggi. Kakap putih mati dijual dengan harga Rp65.000 per kilogram, sedangkan kakap putih hidup bisa dijual dengan harga mencapai Rp100.000 per kilogram. Dari para pengepul, kakap putih akan dipasarkan ke berbagai daerah di Meranti hingga kota/kabupaten lain, seperti Pekanbaru, Bengkalis, dan Dumai bahkan ke Malaysia dan Singapura.

Eni mengakui besarnya permintaan pasar luar negeri untuk ikan kakap putih hidup. Namun, pembudidaya masih belum bisa memasarkan langsung dan bergantung ke pengepul karena tidak memiliki kapal pengangkut ikan hidup.

“Kami ingin setiap kelompok pembudidaya punya kapal pengangkut ikan hidup, jadi kalo punya transportasinya kan nanti tinggal ngambil dari kelompok antar ke sana, itu yang belum ada,” harap Eni.

Selain kapal, kebutuhan pembudidaya kakap putih adalah Keramba Jaring Apung (KJA), waring, gumbang, serok, dan benih. Sayangnya, untuk KJA dengan standar kualitas yang diproduksi perusahaan harganya mencapai Rp200 juta per paket isi 4 lubang. Alhasil para pembudidaya masih mengandalkan bantuan dari dinas maupun pemerintah pusat dalam hal ini melalui KKP. Namun ada juga pembudidaya yang membuat KJA-nya sendiri menggunakan kayu dan pelampung bekas pelabuhan walaupun tidak seawet buatan perusahaan.

Selain memberikan bantuan sarana dan prasarana budidaya, KKP tidak tinggal diam memenuhi kebutuhan para pelaku usaha kelautan dan perikanan. Melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), KKP memberikan fasilitas permodalan untuk pengembangan usaha mereka sehingga lebih berkembang dan meningkatkan pendapatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here