Mengenal Budidaya Showa, Ikan Koi Incaran Pecinta Ikan Hias

0
382
views

Blitar – Tak hanya menjadi komoditas pangan untuk konsumsi, ikan juga banyak menjadi incaran pehobi untuk dipelihara. Ikan koi misalnya, di Desa Sumberangin Kabupaten Blitar ikan ini banyak dibudidayakan terutama jenis showa.

“Di sini memang andalannya itu ikan hias. Yang membudidayakan pun banyak baik secara berkelompok, ataupun perseorangan,” tutur Ribut Koordinator Penyuluh Kabupaten Blitar.

Ikan koi showa adalah salah satu jenis ikan yang banyak dipelihara untuk memperindah sudut ruangan. Selain itu, ikan ini dipercaya mampu membawa ketenangan jika di pelihara. Kecantikan yang dimiliki ikan asli negeri matahari terbit ini pun ditawarkan dengan harga yang bervariasi.

“Harga showa itu tergantung corak, body dan juga ukurannya. Contohnya untuk yang berukuran 15 cm kita biasanya jual dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp25.000 per ekor. Ada juga grade khusus yaitu yang disiapkan untuk mengikuti kontes, itu harganya mulai Rp500.000 – Rp1 juta per ekor,” terang Mustofa salah satu pembudidaya.

Melalui media kolam sawah ikan showa biasa dibudidayakan mulai dari ukuran larva atau berkisar 2 cm. Hanya dengan membutuhkan waktu pembesaran 2 hingga 4 bulan dan perawatan yang intensif ikan ini biasanya telah memiliki ukuran 20 cm dan siap untuk dipanen.

Dalam membudidayakan showa diakui Mustofa terbilang susah-susah gampang. Faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam membudidayakan ikan koi showa. Terlebih saat memasuki musim pancaroba. Untuk menyiasati hal tersebut, para pembudidaya pun memiliki cara tersendiri demi meminimalisir terjadinya kerugian.

“Saat masuk musim pancaroba kan suhu gak teratur, kadang cuaca panas tapi air dingin. Untuk meminimalisir adanya jamur dan penyakit lain pada ikan kita kurangi porsi makan dan jumlah ikan dalam kolam kita kurangi biar gak terlalu padat. Tujuannya biar ikan hidup sehat dan lincah dengan bergerak aktif,” jelas Mustofa.

Guna mendukung geliat usaha ikan showa, Kementerian Kelautan dan Perikanan pun terus mengakselerasi dukungannya dalam meningkatkan produksi ikan hias. Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.16 tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya, Desa Sumberangin pun ditetapkan sebagai kampung budidaya ikan hias. Hal ini tentunya membawa dampak positif bagi para pembudidaya karena hasil budidayanya yang dilirik banyak orang.

“Kita bersyukur kita mampu untuk membudidayakan dan memenuhi kebutuhan pasar sehingga ditetapkan jadi kampung budidaya ikan hias. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi contoh untuk pembudidaya di daerah lain. Namun, di sisi lain ini jadi tanggung jawab besar juga karena harus memproduksi ikan hias dengan kualitas terbaik,” pungkas Mustofa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here