Pilih Jadi Nelayan untuk Hidup Lebih Baik

0
774
views

Bengkulu– Profesi nelayan nyatanya masih menarik untuk dilakoni. Waktu yang fleksibel dan tidak mengikat, serta pendapatan yang menjanjikan memberi kesempatan untuk hidup yang lebih baik. Seperti diungkapkan Syaipul Danuri (42) dari Kabupaten Kaur Bengkulu.

“Kalau merantau dulu cukup dari bulan ke bulan, kalau jadi nelayan alhamdulillah tempat tinggal udah milik sendiri, kendaraan motor udah punya, itu semua hasil nelayan,” jelas pria yang pernah 7 tahun bekerja di ibukota itu.

Ia menambahkan, biaya sekolah anak-anaknyapun terpenuhi dari hasil menjadi nelayan. Tidak ada hambatan ataupun kekurangan yang dialami. Bahkan anak tertuanya telah tamat dari sekolah menengah atas (SMA) dan akan melanjutkan kuliah. “Dari nelayan itulah, gak ada penghasilan lain-lain cuma mengandalkan air asin,” tandasnya.

Berkah serupa dirasakan rekan-rekan satu kelompok Danuri di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Perjuangan. Banyak dari mereka yang tidak lagi mengontrak karena berhasil membeli rumah dari hasil menangkap ikan.

Biasanya mereka melaut untuk menebar jaring pada sore hari, kemudian keesokan paginya diangkat. Tangkapannya bermacam-macam seperti ikan tenggiri, kue, layur, gebur, dan udang. Sementara yang jadi unggulan adalah lobster karena harga jualnya tinggi, berkisar Rp250.000/kg bahkan bisa mencapai Rp400.000/kg.

Hasil laut yang melimpah dengan harga jual yang menggiurkan membuat mereka betah menjalani profesi ini. Dukungan dari pemerintah dengan hadirnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun kian memberikan semangat. Bukan hanya pendampingan pengembangan kelompok oleh penyuluh perikanan, tetapi juga permodalan melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

LPMUKP memberikan modal dengan skema pinjaman/pembiayaan dengan tarif layanan yang rendah, yakni maksimal 4% pertahun. “Bagi nelayan dapat pinjaman uang sebesar itu ya bangga, senang, alhamdulillah alat kita tambah penghasilan meningkat,” kata Danuri yang juga ketua KUB Perjuangan.

Danuri sendiri menjadi salah satu dari 10 orang pemanfaat pinjaman modal yang digulirkan. Dengan dana tersebut, ia bisa menambah kekurangan biaya untuk membeli kapal baru. Ada pula yang memanfaatkannya untuk membeli alat tangkap pancing dan jaring.

“LPMUKP harapan saya terus eksislah kerjasama dengan nelayan, proses mohon dipermudah dan dibantu untuk urusan-urusan yang lain juga,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here