Modal KKP Tingkatkan Pendapatan Pengasap Ikan Jepara

0
454
views

Jepara – Berada di Jawa bagian utara atau dikenal sebagai Pantura, Jepara memiliki potensi usaha perikanan yang besar. Salah satunya adalah pengasapan ikan yang banyak digeluti masyarakat Desa Dermolo Kecamatan Kembang. Sayangnya, pengembangan usaha mereka kerap terganjal permodalan yang minim.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai perpanjangan tangan pemerintah memahami betul masalah ini. Langkah seriuspun dilakukan untuk memajukan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Indonesia melalui Satuan Kerja Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP).

Khumaedi dan rekan-rekannya di Kelompok Mina Rahayu menjadi satu dari sekian banyak pemanfaat modal LPMUKP mengatakan, “Setelah dapat pinjaman, kulakan tambah banyak, untung meningkat sampai 50%.”

Tidak hanya itu, ia mengakui modal yang digulirkan tersebut sebagai solusi untuk lepas dari rentenir.

Setiap hari, Khumaedi menjalankan aktivitasnya sebagai pengasap ikan. Produk yang paling digemari, yakni tongkol dan manyung asap. Bahan bakunya dibeli dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Jepara atau Juwana Kabupaten Pati jika stok di dalam kota sedang kosong.

Ikan yang telah dibeli lantas dibersihkan, dipotong-potong, lalu ditusuk menggunakan bambu. Dilanjutkan proses pengasapan menggunakan kayu karet yang dibakar sampai ikan setengah matang. Setelah itu ikan asap siap dipasarkan.

Penjualan ikan asap tergolong sangat mudah. Pengasap ikan tidak perlu ke mana-mana karena pedagang sayur keliling akan langsung ke tempat pengasapan untuk membelinya. Jika ada sisa barulah dijual ke pasar.

“Belum dijual ke luar kota, di rumah aja kurang-kurang penjual pada rebutan,” ujar pria yang lebih dari 25 tahun menjadi pengasap ikan itu.

Disampaikan Yunan Ardi Bachtiar pendamping LPMUKP yang bertugas mendampingi pengajuan hingga pelunasan pinjaman Mina Rahayu, usaha tersebut terus bertahan bahkan berkembang karena beberapa hal.

Pertama, pengasap ikan merupakan pekerjaan utama mereka sehingga dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kedua, produk yang dihasilkan termasuk kebutuhan pokok. Peminatnya selalu ada setiap hari, alhasil penjualannya mudah.

Yunanpun menyampaikan poin penting terkait karakter mereka yang dinilai bagus. “Mereka niatnya mengembangkan usaha dan memang menghasilkan, ada niat untuk membayar pinjaman juga,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here